Monday, July 4, 2011

Christina Yang Tidak Suka "Magabut"



Grey's Anatomy. Siapa yang tidak tahu serial televisi Amerika ini? Memang terbilang amat sangat telat sekali. Saya baru mulai tertarik untuk mengikuti serial ini sekitar bulan September 2010. Padahal, serial ini sudah tayang sejak tahun 2005. Artinya sudah banyak diperbincangkan dari enam tahun yang lalu. Krik!

Grey's Anatomy sendiri bercerita tentang dunia kedokteran. Dimana para tokoh  di dalamnya berperan sebagai dokter bedah dan dokter bedah spesialis.Dimana mereka harus mengorbankan hampir 80 persen hidupnya untuk pekerjaannya. Berlatar belakang "medical romantic drama", Grey's Anatomy sendiri banyak menghadirkan episode-episode nyata yang kerapkali membuat saya 'tertampar' sesudah menontonnya. Seperti episode di season 6 yang beberapa waktu lalu saya tonton.

Bila season-season sebelumnya para (calon) dokter bedah masih berstatus ko-ass. Memasuki season 6, mereka sudah naik kelas. Menyandang gelar resident (kuliah spesialis), Meredith Grey, Christina Yang, Alex Karev, dan Izzie Stevens sibuk berkutat dengan berbagai meja operasi. Tentu saja masih dibawah pengawasan dari para dokter bedah senior, yaitu Miranda Bailey, Derek Shepherd, Mark Sloan, Owen Hunt dan kepala rumah sakit Richard Webber.

Masih dengan konflik cerita yang tak jauh berbeda dari season sebelumnya. Hanya saja, konflik di season 6 kali ini semakin seru. Seattle Grace Hospital mengalami kesulitan financial. Yang mana memaksa rumah sakit untuk merger dengan rumah sakit lainnya. Jadilah rumah sakit Mercy West Medical Center yang dipilih oleh kepala rumah sakit, Richard Webber, untuk merger dengan rumah sakit yang dipimpinnnya. Lahirlah Seattle Grace-Mercy West Hospital, dimana banyak tokoh-tokoh baru yang hadir di dalamnya.

Dari beberapa season 6 yang telah saya tonton. Ada satu episode berjudul "Tainted Obligation" yang menceritakan Meredith bersedia mendonorkan liver-nya untuk sang ayah, Thatcher Grey. Dalam waktu bersamaan, Christina dan Mark seringkali terlibat debat. Pasalnya, jatah operasi Christina dalam beberapa waktu terakhir merosot tajam. Mark merasa lelah dengan karakter Christina yang terkadang begitu "aktif" demi pekerjaannya. Jadilah ide untuk mengetes mental Christina-yang dikenal dengan julukan si dokter pemberani yang pantang menyerah. Bersama Derek dan Owen, Mark memberikan kesempatan Christina untuk berhadapan dengan meja operasi kembali. Tapi bukan seperti jatah operasi Christina pada umumnya (operasi jantung), ia malah ditantang untuk menangani operasi pembesaran penis salah satu pasien. Geram dan marah. Dua perasaan itu yang Christina rasakan. Ia tak kuat dengan perasaannya. Maka ia segera menemui kepala rumah sakit, Richard Webber. Dan kata-kata pun terlontar dari bibir Christina.

"Ketua, kenapa bukan saya yang di-PHK? Rumah sakit ini memecat beberapa dokter karena merger, kenapa mereka yang dipecat? Harusnya saya yang Anda pecat. Saya tidak melakukan apapun beberapa hari ini. Saya tidak mendapatkan jatah operasi lagi. Saya sudah lupa bagaimana rasanya 'hidup' ketika memegang jantung pasien. Saya menyandang gelar dokter bedah, tapi saya tidak bisa melakukan apapun. Anda tahu? Saya tidak bisa terus bertahan seperti ini tanpa melakukan apapun. Saya hanya takut. Saya takut saya memiliki kemampuan, tapi dengan kemampuan ini saya tidak bisa melakukan apapun... "

See? Apa yang bisa diambil dari kalimat diatas? Bahwa loyalitas pekerjaan seorang Christina Yang sudah menyatu dalam dirinya. Bahwa passion dirinya benar-benar telah ia ketahui. Ia tahu apa yang ia ingin berikan dalam  hidupnya. Ia tahu bahwa dengan segenap ilmu dan pengalamannya sebagai seorang dokter bedah, ia bisa melakukan sesuatu. Sesuatu untuk kehidupan orang lain. Sesuatu untuk lingkungan sekitarnya.

Terlepas dari besarnya gaji seorang dokter bedah. Coba bandingkan dengan segelintir orang yang lebih merasa tentram, enak, ataupun bahagia dengan menikmati "magabut". "Magabut" singkatan dari makan gaji buta. Gaji mengalir terus setiap waktu, tetapi pekerjaan yang menjadi tanggung jawab dan profesinya terlantar. Tidak merasa malu dengan diri sendiri. Tidak merasa malu lantaran tidak melakukan kontribusi atas profesi yang diembannya. Tidak merasa terusik dengan tanggung jawab yang ditanggungnya.

Bisa dibilang, tokoh Christina Yang di Grey's Anatomy tidak suka "magabut". Ia malah dilanda ketakutan terus menerus. Takut menjadi manusia yang tidak berguna untuk orang lain. Terutama, takut pada dirinya sendiri. Ia tahu ia memiliki talenta luar biasa untuk jadi dokter bedah spesialis jantung. Tetapi ia kurang diberi kesempatan untuk membuktikannya. Berbeda jauh kan ya dengan orang-orang dengan profesi "wah" yang lebih suka "magabut"? :)


*picture was taken from here

1 comments:

Fenty Fahminnansih said...

ini nyindir dokter siapa neng ? :D