Hallo! :)
Kali ini saya mau sharing seputar pemilihan vendor pernikahan. Semoga bisa menjadi referensi bagi Anda para calon pengantin.
Check this out! ;)
Mari Berhitung!
Merencanakan sebuah pernikahan. Pastilah
butuh
dana yang cukup. Cukup untuk membayar biaya ini itu. Cukup untuk
mewujudkan pernikahan impian. Ingin resepsi pernikahan mewah? Tentu saja
butuh biaya banyak.
Saran saya, jika Anda ingin
merencanakan menikah sekitar 6 bulan ke depan. Masih ada waktu selama 6
bulan untuk mengatur arus keuangan. Sebisa mungkin dibicarakan secara
gamblang dengan calon pasangan hidup. Mampu mengeluarkan biaya berapa
untuk pernikahan ini?
Saya pribadi dan suami. Ketika
memutuskan akan menikah. Sudah mulai terbuka satu sama lain mengenai
keuangan masing-masing. Obrolan seputar biaya pun seringkali kami bahas.
- Gaji masing-masing tiap bulan berapa?
- Mampu mengeluarkan biaya berapa?
- Sanggup memberi biaya pernikahan ke pihak keluarga perempuan berapa?
- Tanggung jawab saya membayar apa? Sedangkan kamu apa?
Ketika hal paling sensitif ini sudah mampu dibahas bersama.
Kemungkinan untuk salah paham kecil. Selain itu, jika masing-masing diri
sudah terbuka mengungkapkan kesanggupannya. Barulah bicarakan mengenai
dana tersebut ke orang tua.
Yang perlu diingat.
Pernikahan tidak harus dirayakan secara berlebihan. Yang penting sah
secara agama dan negara pada saat akad nikah. Pun ingin menggelar
resepsi di rumah atau di gedung. Harus disesuaikan dengan dana yang ada.
Jangan pernah memaksa. Ataupun berhutang demi menggelar sebuah resepsi
pernikahan. Gengsi yang didapatkan tidak sebanding dengan turunnya harga
diri karena berhutang.
Tema Pernikahan
Seberapa penting menentukan tema pernikahan? Sangat penting! Jika belum bisa menentukan tema pernikahan. Lantas, bagaimana bisa memilih catering dan dekor? Lalu mendesain undangan. Memilih tata rias pengantin mana yang akan digunakan jasanya?
Tema pernikahan biasanya didapat dari hasil diskusi oleh orang tua dan calon pasangan. Bisa menggunakan tema tradisional, nasional, atau bahkan internasional. Pada saat saya menikah. Saya dan suami kala itu memilih tema nasional bercampur internasional di waktu akad nikah. Ada sentuhan nasional, namun gaya internasional-nya pun tidak luput. Orang tua saya saat itu setuju dengan pilihan kami.
Sedangkan untuk resepsi di gedung. Orang tua lebih dominan memutuskan tema. Mereka memilih tema tradisional, yaitu adat Jawa - Yogyakarta. Saya dan suami sepakat bila keinginan mereka seperti itu. Mengingat pernikahan ini bukan hanya saja hajatan kami berdua. Tapi juga hajatan orang tua dan keluarga besar lainnya.
Jadi, saran saya. Sangat penting untuk menentukan tema pernikahan bersama calon pasangan dan orang tua. Sehingga tidak ada yang merasa kecil hati jika tidak sejalan dengan pernikahan impian di benak masing-masing. Namanya juga acara bersama, sebuah perayaan bersama. Tidak boleh egois kan? :)
Catering
Makanan merupakan poin utama dalam acara pernikahan. Biasanya sebuah acara pernikahan terbilang sukses jika para tamu memuji hidangan makanannya. Makanan lezat memang tidak bisa berbohong. Lidah akan sulit untuk tidak jujur membedakan mana makanan lezat, mana makanan kurang lezat.
Nah, saran saya. Untuk pemilihan catering berikan pilihan kepada orang tua. Karena ini juga acara mereka. Berikan hak penuh pada orang tua untuk memilih. Kecuali, Anda bisa membayar catering 100 persen tanpa campur tangan orang tua. Baru Anda bisa memilih sendiri. Hakhak!
Kalau saya dan suami saat itu sepakat. Berhubung acara akad nikah kami dirumah. Jadi, untuk akad nikah kami hanya mengundang keluarga dan sahabat terdekat, serta beberapa orang tetangga dekat rumah. Biaya catering untuk acara akad nikah pun menjadi tanggung jawab saya. Sedangkan biaya dari suami, saya berikan kepada orang tua untuk membantu biaya catering resepsi di gedung.
Catering akad nikah, saya menggunakan jasa Mardika Catering. Sedangkan resepsi, orang tua saya memilih menggunakan jasa
Ibu Djoko Catering .Alhamdulillah kedua catering tersebut sangat memuaskan. Makanan lezat, rasa sewaktu testfood sesuai dengan makanan yang dihidangkan pada waktu acara. Pelayanan para pegawai catering pun cepat dan cekatan. Piring kotor cepat dibereskan. Para tamu pun banyak yang bertanya catering apa yang kami pakai saat itu. Mereka memuji hampir seluruh makanan lezat. Kami sekeluarga puas karena tidak salah pilih :)
Undangan
Undangan biasanya berkaitan erat dengan tema pernikahan. Tema yang sudah dipilih diawal bisa jadi patokan membuat desain undangan. Karena akad nikah saya ada sentuhan klasik dan
victorian style. Dengan dominasi warna
broken white, kuning gading, silver dan emas. Maka ada warna-warna tersebut di dalam undangan saya.
Sedangkan karena resepsi bertema Jawa - Yogyakarta. Dimana saya mengenakan busana khas keraton Yogya. Maka, warna emas dan cokelat akan mendominasi. Sehingga dua warna tersebut menjadi pilihan untuk menjadi cover sampul undangan, dan warna font di dalamnya.
Desain undangan sendiri memakai jasa sahabat, sekaligus blogger bernama
Manda. Kenapa saya memilih desain dari Manda? Karena beberapa kali saya telah order gambar dan desain dengan dia. Dari segi gambar dan juga desain. Saya cocok dengan Manda. Saya juga merasa Manda sudah kenal betul karakter saya seperti apa, tema pernikahan serta desain yang saya inginkan.
Setelah desain sudah dibuatkan Manda. Maka berganti tugas. Kala itu, Papa saya yang memilih jasa percetakan undangan. Beliau memilih jasa
Toho Cards. Toho Cards sendiri menawarkan desain yang telah jadi. Mereka sangat kooperatif. Responnya cepat. Undangan saya pun telah jadi kurang dari waktu sebulan. Kerjanya cepat. Perpaduan dari Manda dan Toho Cards melahirkan undangan pernikahan yang boleh saya katakan, "Gue banget!". Ya, saya puas dengan undangannya. Meski ada kekurangan di ukuran font yang agak lebih kecil. Tapi saya suka! :)
Tata Rias Pengantin
Nah, ini dia vendor favorit saya! Kenapa? Tidak usah bertanya kenapa. Karena hari pernikahan adalah hari dimana kita berubah menjadi "Ratu" di hadapan orang banyak. Maka jangan sampai penampilan di hari itu membuat kita tidak berhak dipanggil "Ratu".
Dari awal, saya, suami dan orang tua membahas tema pernikahan kami. Saya sudah mengatakan pilihan tata rias pengantin saya. Saya ingin menggunakan jasa dari
Dewi Pengantin sewaktu akad nikah. Suami dan orang itu saat itu hanya bisa setuju. Karena saya sudah bertekad, untuk acara akad nikah. Tata rias pengantin, gaun pengantin serta model hijab saya menjadi tanggung jawab saya. Hal ini berkaitan dengan tema di awal (yang tadi saya bahas). Ketika tema sudah ditentukan, pembagian tugas telah dibagi rata. Maka poin-poin di dalamnya sudah menjadi tanggung jawab dari masing-masing orang.
Well, tarik napas dulu. Banyak juga yaaa ini ngetiknya. Hihihi... *tarik napas buang napas*.
Untuk tata rias pengantin dari
Dewi Pengantin. Gak usah dibahas lagi. Saya puas sepuas-puasnya! :))) Mbak Dewi (nama si perias) berhasil membuat wajah saya tampak berbeda. Lebih mancung dan lebih tirus. Hasil makeup mata pun bagus dan rapi sekali. Cantik! Saya suka. Meski harus tersiksa dengan menggunakan bulu mata palsu sampai 2 buah. Tapi tak apa. Hahay!
Lanjut ke gaun pengantin. Gaun pengantin sendiri saya desain di butik langganan Mama saya, BuNina. Karena si pemilik butik adalah teman akrab si Mama. Jadilah gaun pengantin tersebut diberikan harga khusus. Alhamdulillah jasa jahitnya gratis.. Katanya kado pernikahan untuk kami :"> Kalau untuk bahan gaun itu sendiri. Saya beli di mayestik di toko bahan Fancy. Cerita soal gaun akad nikah pernah saya tulis
disini.
 |
| Me with Hijab Stylish |
Makeup sudah, gaun sudah. Tinggal hijab! Model hijab yang saya kenakan pada waktu akad nikah. Itu juga... Gratisan! Hahaha.. #tersipu #malu. Kenapa bisa gratisan lagi? Namanya juga rejeki. Siapa yang gak mau dikasih rejeki coba? :D Jadi ceritanya, sepupu saja itu salah satu pendiri sekaligus publisher dari
Majalah Annisa. Namanya, mbak Avi. Si mbak Avi ini kasih kado pernikahan berupa jasa hijab pengantin. Si
hijab stylish majalah Annisa, mbak Hikmah datang pagi-pagi kerumah untuk menyulap model hijab saya. Viola! Saya berubah lebih anggun. Ihhh.. Senangnya. Thanks a lot mbak Avi dan mbak Hikmah! :-*
Itu tadi untuk tata rias pengantin saat akad nikah. Sekarang, saya akan bahas tata rias pengantin sewaktu resepsi. Tata rias pengantin resepsi saya memakai jasa Sanggar Sekar Arum. Sanggar Sekar Arum ini benar-benar khas adat Jawa. Si pemiliknya pun Ibu Sumiaji berdarah Jawa. Ibu Sumi yang dandani paes dan pakaian saya. Sedangkan untuk makeup saya dipegang oleh mbak Ita, anak dari Ibu Sumi. Hasilnya gimana? Manglingi! Saya berubah bak puteri keraton Yogya.
Alhamdulillah tata rias pengantin dari Sekar Arum memuaskan. Baik pakaian pengantin, orang tua pengantin, para among tamu, penerima buku tamu, pagar bagus dan pagar ayu. Semua terlihat cantik dan tampan. Perpaduan warna merah, emas, hijau dan kuning memberi kesan Jawa sekali.
Dekorasi
Dekorasi akad nikah, alhamdulillah sekali lagi-lagi rejeki. Kawan-kawan Mama dari grup pengajiannya banyak yang patungan ini itu. Ada yang bagian desain dekorasi pelaminan, ada yang meminjamkan
sound system, ada yang desain kamar pengantin, ada yang bagian dekor vas bunga, meja, kursi. Sedangkan, untuk tenda sendiri. Mama mendapat harga khusus dari kawannya yang punya usaha jasa penyewaan tenda pernikahan. Plus dipinjamkan kursi tamu juga! Kami sekeluarga benar-benar gak nyangka, kemudahan datang begitu banyak saat penyelenggaraan akad nikah.
Lanjut ke dekorasi resepsi. Dekorasi resepsi, Papa saya memilih jasa dari Sanggar Sekar Arum. Untuk tata rias pengantin, Sanggar Sekar Arum memuaskan. Tapi menurut kami sekeluarga, untuk dekorasi kurang. Kenapa? Karena ada beberapa poin yang tidak sesuai dengan presentasi dan
technical meeting di awal kami membahas tema. Bunga-bunga kurang banyak dan kurang segar. Kurang terlihat 'WOW' seperti gambar saat presentasi pertama.

Intinya kami sedikit kecewa dengan dekorasi Sanggar Sekar Arum. Meski hal ini tidak tampak di mata para tamu, karena sudah terbantu dengan tata rias dan pakaian pengantin yang tampak mewah bak keluarga ningrat :)
Tidak Libatkan Keluarga Besar Jadi Panitia
Berbicara
soal pernikahan. Saya, suami dan orang tua merupakan panitia inti
sekaligus si empunya acara. Mengapa? Karena kami sama sekali tidak
melibatkan keluarga besar. Baik keluarga dari pihak orang tua, maupun
keluarga dari pihak suami. Kami merasa tidak ingin merepotkan keluarga
besar. Walaupun masih terikat saudara dan dialiri darah yang sama. Tapi
kami tetap memegang prinsip. Terutama orang tua saya yang berprinsip
"Jangan pernah hutang budi sama orang lain. Bahkan itu saudara
sekalipun." Itu adalah kalimat sakti mereka. Dan saya sangat bangga
mendengar kalimat tersebut.
Tidak Ada Seragam, Bukan Berarti Pelit
Selain
tidak melibatkan keluarga besar untuk menjadi panitia dalam acara
pernikahan kami. Saya pun tidak memberikan seragam kepada keluarga
besar, dan sahabat-sahabat terdekat. Mengapa? Karena saya tidak ingin
memberatkan mereka. Kenapa memberatkan? Ya jelas. Karena tidak semua
orang punya biaya (diluar dana hidup yang harus dikeluarkan
sehari-hari).
Seumpama saya memberi keluarga besar
ataupun sahabat terdekat seragam. Pastilah mereka harus mengeluarkan
biaya untuk menjahit. Karena saya memberikan bahan mentah, yang mana
harus mereka jahit sendiri. Untuk biaya jahit satu pakaian saja sekarang
minimal Rp.150.000. Kalau mau lebih bagus bisa berkisar diantara Rp.
200.000 - Rp. 500.000,-.
Nah, coba bayangkan. Kasihan
kan kalau ada diantara mereka yang saya berikan seragam. Pada saat itu
dalam kondisi tidak memiliki biaya lebih. Lantas terpaksa menjahit untuk
bisa memakai seragam yang saya berikan pada hari pernikahan saya? No
no. Saya tidak mau memberatkan orang lain dengan pernikahan saya. Walau
mungkin tidak semua merasa berat mengeluarkan biaya segitu.
Wedding Photography
Semua hal yang berkaitan dengan dokumentasi dibawah kendali Papa saya. Papa memilih Senada Wedding Photo & Video. Dan lagi-lagi.. Sepupu saya dan sahabat sma saya juga berprofesi sebagai fotografer. Jadilah mereka ikut memberikan kado pernikahan berupa jasa Wedding Photo di acara akad nikah dan resepsi kami.
Nikmat mana lagi yang bisa saya dustakan ya Tuhan? :')